Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juli 2010

Inilah 6 Anak Yang Hidup dan Dibesarkan Oleh Hewan

Anda tentu ingat tentang kisah seorang anak yang dibesarkan oleh kumpulan monyet, yup itulah Tarzan, rupanya bukan cerita omong kosong belaka, hewan memelihara anak manusia hingga akhirnya berubah seperti mereka, dibawah ini adalah sedikit kisah menakjubkan dari manusia yang di besarkan oleh hewan.

1. Amala & Kemala

amala-1Dua remaja putri ditemukan di dekat Calcutta 1926 oleh Wahyu Yusuf Singh, seorang pendeta lokal di panti asuhan.

Singh menulis dalam buku harian bahwa mereka telah lama mempunya gigi yang aneh dan benci kepada matahari, melolongi bulan, makan dari mangkuk di atas tanah, dan melihat dengan jelas di dalam gelap.

Ia mencoba untuk membudayakan kehidupan bersosialisasi Amala dan Kamala, tapi tampaknya sangat sulit untuk dilakukan.

2. Gazelle Boy

imagephp
Pada tahun 1960, antropolog Spanyol Jean-Claude Auger menerima laporan dari nomads di gurunSahara bahwa ada seorang anak telah berjalan bebas di gurun. Ia pergi untuk melakukan investigasi, dan tentu saja, ia melihat seorang anak laki-laki bersama sekumpulan gazelles ( Kijang Gurun).
Antropolog tersebut kemudian memperhatikan anak tersebut, dan betapa kagetnya ia ketika melihat anak tersebut berkomunikasi dengan kawanan hewan tersebut sambil memakan akar-akaran, kadal, dan cacing.
Auger kembali dua tahun kemudian dengan tentara Spanyol untuk menangkap anak tersebut. Tetapi ketika mereka mencoba untuk mengejar, Jeep yang ditumpanginya terbalik. Tahun 1966, Auger membuat satu upaya terakhir untuk menangkap anak dengan helikopter dan jaring, tetapi juga tidak berhasil menangkap anak tersebut.

3. John Ssbunya

john-ssebunya
Pada tahun 1988,anak laki-laki berumur 4 tahun bernama John Ssebunya melihat ayahnya menembak dan membunuh ibunya.

Takut akan hidupnya, Yohanes berlari ke dalam hutan di negara Uganda dan bergabung dengan kumpulan monyet penghuni hutan tersebut, salah satu dari beberapa binatang menyusui lainnya menerima anak tersebut menjadi bagian dari kelompoknya.
Ketika Yohanes ditemukan lebih dari satu tahun kemudian, ia mempunyai rambut tebal meliputi tubuhnya, dia berjalan berlutut dan menekuk jari tangannya, dan dia tidak bisa memakan makanan yang dimasak.
Namun setelah diadopsi sebuah panti asuhan Kristen di kota Masaka, sisi kemanusiaannya mulai terlihat. Sekarang ia berumur 24 tahun, John telah belajar untuk berbicara dan berjalan tegak lurus.

Ia bahkan memutar musik dan gitar. Dan pada tahun 1999, dia bepergian ke Eropa dari Afrika dengan anak-anak paduan suara. (Foto: BBC - Anak Wolves’ Busana).

4. Ivan Mishukov

ivan-mishukov
Pada tahun 1996, Ivan Mishukov yang berumur 4 tahun berada jauh dari orang tuanya dan menjadi salah satu dari 2 juta anak-anak tuna wisma hidup di jalanan di Rusia.

Setelah hidup terlunta-lunta dijalanan kota Moscow, akhirnya ia bergabung dengan kumpulan anjing jalanan untuk mencari makanan dan perlindungan di dinginnya langit malam kota Moscow, dan menjadikan dia pemimpin mereka.

Dua tahun kemudian, polisi menangkap anak tersebut di belakang dapur di sebuah restoran, ketika sedang mengais sisa-sisa makanan, kemudian ia dibawa ke sebuah panti sosial dan dengan cepat dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia manusia. Sekarang Ivan hidup dengan normal, walaupun dia masih sering memimpikan tentang teman-teman anjingnya. (Foto: Marcianitos Verdes)

5. Victor

wildboy
Ditemukan anak 12 tahun bernama Victor muncul di Aveyron, Perancis, ia tidak dapat berbicara, makan daging mentah, dan banyak cakaran diseluruh tubuhnya. Kejadian tersebut terjadi tahun 1799.
Seorang dokter bernama Jean Itard dikhususkan untuk menganalisa Victor, dan dirinya percaya bahwa jika ia dapat mengajarinya untuk dapat berbicara bahasa manusia dan menunjukkan rasa kasih sayang.

Penelitiannya dapat membuktikan, bahwa jika sesorang jauh dari pendidikan, sisi bintang / sisi liar dari sesorang tersebut akan lebih dominan. Sayangnya untuk Itard, Victor tidak pernah membuat banyak kemajuan.

6. Misha (Monique De)

misha_defonseca
Pada tahun 1997, seorang wanita bernama Monique “Misha” Defonesca mempublikasikan kisah hidupnya tentang Holocaust. Menurut buku nya, Nazi telah membunuh orang tuanya di Brussels ketika dia baru berusia 7 tahun. Setelah itu ia hanya hidup sebatang kara.

Misha melewati daratan eropa sendirian dengan sepasang serigala yang menemaninya selama berbulan-bulan, bahkan mungkin tahunan. Akhirnya tibalah ia di Ukraina.
Cerita sebuah kisah hidup yang menakjubkan, koran Belgia mewawancarainya dan memberitakan rincian dan menemukan bahwa Misha’s nama sebenarnya adalah Monique De.
Meskipun orang tuanya meninggal dalam perang, ia akhirnya dirawat oleh kakenya. Misha kemudian datang dan menjelaskan ke pers Belgia cerita “kenyataan” dan “jalan hidup” yang telah ditempuhnya.

Sumber :
tidakmenarik.wordpress.com

11 Metode Ekstrim Pasukan Amerika Untuk Memaksa Musuh Bicara

Berikut ini adalah metode-metode yang sudah resmi dan sudah di ajarkan kepada personil US Military oleh SERE (US Military Training Program - Survival, Evasion, Resistance, Escape) terutama dalam menghadapi pelaku teror / gembong penjahat :

1. Isolation

Caranya tersangka ditempatkan di ruang tersendiri tanpa bisa melakukan kontak apapun dengan orang lain. Dalam periode tertentu tersangka akan mengalami kegelisahan berat karena keinginan yang sangat kuat untuk berinteraksi dengan orang lain.

2. Sleep Deprivation

Dengan mencegah tersangka untuk tidur selama beberapa hari. Setelah beberapa hari tersangka akhirnya diperbolehkan tidur tapi segera dibangunkan lagi dan langsung di interograsi.

Mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pernah mengalami ini pada saat dia ditahan KGB. Dia bilang,” Orang-orang terlihat seperti diselimuti kabut dan rasanya aku sudah mati. Kakiku gemetaran hebat dan satu, hanya satu keinginanku, tidur. Kelaparan dan kehausan tidak ada apa-apanya dibandingkan ini."
Selain menimbulkan halusinasi, sleep deprivation yang lebih dari 24 jam akan menimbulkan kegilaan sementara.

3. Sensory Deprivation

Metodenya dengan menempatkan tersangka di semacam tabung yang mengisolasi total semua rangsangan dari luar. Tabung tersebut diberi sebuah lubang kecil untuk tempat bernafas penghuninya. Pada percobaan yang dilakukan terhadap 17 orang subyek, hanya 6 orang yang bertahan sampai 36 jam. Yang lainnya mengalami kegelisahan berat dan kepanikan.

4. Stress Position

Tersangka dipaksa berdiri selama berjam-jam tanpa diberi pegangan apapun. Variasi lainnya selain berdiri, tahanan juga disuruh mengangkat lengannya. Metode ini pada penerapannya di lapangan berkembang menjadi semakin inovatif seperti mengikat tangan kebelakang lalu diikatkan lagi ke pergelangan kaki pada posisi “ditarik”.

5. Sensory Bombardment

Caranya dengan menyuruh tahanan berdiri menghadap tembok. Mata ditutup dan tangan diikat erat lalu tahanan akan dibombardir dengan sinar lampu sangat terang dan suara-suara keras sehingga mengakibatkan kekacauan indra tubuh akibat rangsangan yang berlebih, gangguan tidur dan konsentrasi. Salah seorang sumber di tahanan menyebutkan ada seorang tahanan yang “keras kepala” mengalami penyiksaan ini selama 7 hari non-stop.

6. Forced Nudity

Metode ini banyak diterapkan tentara Amerika di Iraq saat menginterograsi tawanan perang. Prakteknya dengan menelanjangi tersangka di depan tahanan yang lain dan membiarkannya tetap bugil dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya tersangka akan merasa malu luar biasa.

7. Sexual Humiliation

Hal ini disesuaikan dengan budaya dan kepercayaan yang dianut oleh si tersangka. Cara-caranya seperti tersangka dipaksa melakukan adegan sex dengan sesama jenis, disuruh memakai pakaian wanita (unttk tersangka pria) lalu dipaksa menari striptease di depan personil wanita.

8. Cultural Humiliation

Seperti poin diatas cara ini juga disesuaikan dengan budaya setempat. Metode ini pada intinya memaksa tersangka melakukan sesuatu yang menurut pandangan tersangka merupakan sesuatu yang dilarang atau memalukan.

Contohnya bagi muslim dipaksa makan babi. Selain itu bisa juga dengan penghinaan-permainan verbal sampai tersangka merasa sangat terhina dan mematahkan semangatnya.

9. Extreme Cold

Cara ini dulunya berasal dari China yang diterapkan kepada tahanan politik atau para aktivis keagamaan. Umumnya tahanan secara rutin tubuhnya diguyur air dingin dan dibiarkan berada di dalam atau di luar ruangan yang juga bersuhu rendah. Ada juga yang dipaksa berdiri ditengah hujan salju cuma mengenakan pakaian seadanya.
Metode yang berlawanan adalah menggunakan panas yaitu dengan mengurung tahanan di semacam ruang sempit yang minim ventilasi dan bersuhu tinggi. Disebut juga “hot box”. Tersangka baru akan dikeluarkan setelah mau bekerjasama dengan interogatornya.

10. Phobias

Phobias digunakan untuk menimbulkan perasaan panik pada diri tersangka. Contohnya kalo si tersangka takut dengan laba-laba maka selnya akan diisi penuh dengan laba-laba sampai tersangka tersebut mengalami rasa takut dan panik yang luar biasa. Pada tahap tersebut barulah interogasi dilaksanakan.

11. Water Boarding

Metode ini belakangan dilarang digunakan dalam US Military. Tapi tidak ada yang menjamin apakah aturan tersebut benar-benar dilaksanakan atau tidak. Waterboarding dilakukan dengan mengikat tubuh tersangka erat-erat pada sebuah papan atau meja dengan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala, lalu matanya ditutup.

Kemudian wajah tersangka disiram dengan air berulang kali dengan teknik tertentu. Secara psikologis tersangka akan merasa dirinya tenggelam dan timbul reaksi tersedak karena air yang diguyurkan ke wajahnya itu. Metode ini sangat efektif karena dalam percobaan yang dilakukan terhadap anggota CIA sendiri ternyata rata-rata mereka hanya bertahan selama 14 detik.

Sumber :
www.strov.co.cc